Asosiasi Logistik Perkirakan Arus Barang Jelang Lebaran Naik 6% | Industri – Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia memprediksikan arus barang jelang Lebaran akan mengalami kenaikan 6% selama 2 bulan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki N Hanafi mengatakan pada Lebaran tahun ini pihaknya mengharapkan pelayanan bisa lebih baik dan lebih banyak volumenya dibandingkan tahun lalu.
“Kami mengharapkan bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu dan volumenya lebih besar dibandingkan tahun lalu juga, naik sekitar 5% – 6% untuk semua moda transportasi,” ungkap Yukki kepada Bisnis, Minggu (10/4/2016).
Yukki memprediksi arus barang untuk Lebaran akan terlihat dua bulan sebelum hari Raya Idul Fitri. Dia menyebut kenaikan arus barang ini juga terjadi untuk mengantisipasi adanya waktu sekitar dua pekan ketika kegiatan arus barang akan berhenti kecuali keperluan akan kebutuhan pokok dan kegiatan bahan bakar minyak (BBM) dan gas.
“Oleh sebab itu untuk kenaikan arus barang ini perlu antisipasi dari semua pihak. Harusnya tahun ini bisa lebih baik dari pada tahun sebelumnya, dikarenakan masih ada waktu menjelang Hari Raya segala sesuatunya lebih bisa diantisipasi,” tutur Yukki.
Terkait kegiatan ekspor-impor para pengusaha logistik maupun pemilik barang sudah mulai berkomunikasi untuk melakukan perencanaan. Puncak untuk pengiriman barang akan terlihat 15 hari sebelumnya (H-15) sampai dengan H-3.
“Arus barang melalui udara juga akan mengalami peningkatan bukan hanya laut atau darat juga penyeberangan antara pulau. Jangan sampai terjadi antrian di pelabuhan Merak dan Banyuwangi. Sisi keamanan dan kenyamanan juga perlu dikawal,” sambungnya.
Yukki mengatakan sepanjang Januari Februari 2016 ini kegiatan sudah lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Meskipun begitu, pada Maret 2016 kegiatan logistik sempat mengalami penurunan.
“Kembali kami mengharapkan bulan April akan terus mengalami kenaikkan sampai dengan Hari Raya,” tambahnya.
Yukki menyatakan ALFI akan mengevaluasi secara rutin terlebih dahulu terkait arus barang sehubungan adanya penurunan harga BBM yang diasumsikan sebesar 1%-1,5%.